Jumat, Juni 9th, 2017...10:52 pm

Seputar Nuzulul Qur’an

Jump to Comments

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Hadirin yang dirahmati Allah

Al-Qur’an diturunkan bertujuan agar manusia memperoleh petunjuk yang jelas. Al-Qur’an juga merupakan dasar utama bagi manusia untuk beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.Al-Qurân diturunkan dalam tiga tahap diantaranya :

  1. Al-Qurân diturunkan secara sekaligus ke Lauh al-Mahfûdh dengan cara yang hanya diketahui Allah SWT. dan orang-orang yang dikehendaki-Nya. Dalam proses awal ini, Al-Qur’an diturunkan dalam satu kumpulan (جُمْلَةً وَاحِدَةً). Sedangkan hikmahnya adalah agar umat manusia mau beriman, meyakini akan wujudnya Lauh al-Mahfûdz sebagai bukti kekuasaan Allah SWT. dan tetap berbaik sangka atas segala kebijakan dari Allah SWT. Dalil turunnya al-Qurân tahap pertama ini adalah :

Yang artinya : “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia,  Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.”(QS al-Burûj :21-22)

  1. Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfûdh ke langit dunia (bait al-‘izzah). Mengenai hal ini ada tiga pendapat :
    • Al-Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada waktu lailah al-qadr, kemudian diturunkan secara bertahap dalam waktu 20 atau 23 atau 25 tahun. Perbedaan jumlah ini karena adanya perbedaan mengenai berapa lama Nabi SAW. tinggal di Mekkah setelah kenabian.
    • Al-Qur’an diturunkan ke langit dunia selama 20 kali lailah al-qadr dalam 20 tahun. Ada yang berpendapat selama 23 kali lailah al-qadr dalam 23 tahun, ada yang mengatakan selama 25 kali pada lailah al-qadr dalam 25 tahun. Kemudian Al-Qur’an diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah SAW.Di sepanjang tahun.
    • Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada lailah al-qadr. Setelah itu turun secara bertahap dalam waktu 23 tahun. Kemudian diturunkan secara bertahap dalam berbagai waktu.

Mayoritas ulama setuju dengan pendapat pertama karena lebih masyhur dan terbukti paling valid. Hal ini didukung oleh beberapa dalil diantaranya:

  1. Dalam surat ad-Dukhân ayat 1-3 disebutkan:

“1.Haa miim. 2.  Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan, 3.  Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”(QS ad-Dukhân:1-3)

  • Dalam surat al-Qadr ayat 1-2 disebutkan :

“Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS al-Qadr :1 )

  • Dalam surat al-Baqarah disebutkan :

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS al-Baqarah : 185).

Tiga ayat di atas menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada suatu malam yang penuh berkah sebagaimana dalam surat ad-Dukhân. Malam itu disebut dengan lailah al-qadr sebagaimana dalam surat al-Qadr dan terletak pada bulan Ramadan seperti yang termaktub dalam surat al-Baqarah. Sebagaimana dimaklumi, Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi SAW. secara bertahap semenjak Beliau diangkat menjadi Nabi sampai wafat. Karena itu, yang dimaksud ketiga ayat di atas tentulah bukan turunnya Al-Qur’an kepada Nabi SAW. namun turunnya Al-Qur’an ke langit dunia sebagaimana yang ditunjukkan oleh Hadits :

عَنْ ابْنِ عَبَاسٍ t أَنَّهُ قَالَ فُصِّلَ الْقُرْآنُ مِنَ الذِكْرِ فَوُضِعَ فِي بَيْتِ الْعِزَّةِ مِنَ السَّمَاءِالدُّنْيَا فَجَعَلَ الْجِبْرِيْلُ يَنْزِلُ بِهِ عَلَى النَّبِيِّ r, رَوَاهُ الْحَاكِمُ

Ibnu abbas berkata: Al-Qur’an dipisahkan dari ad-Dzikr kemudian diletakkan di Bait al-‘Izzah dilangit dunia, kemudian Jibril membawa (menurunkan) kepada Nabi SAW .

 

عَنْ ابْنِ عَبَاسٍ قَالَ أُنْزِلَ الْقُرْآنُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ فِي شهْرِ رَمَضَانَ إِلَى سَمَاءِ الدُّنيْاَ لَيْلَةً وَاحِدَةً ثُمَّ أُنْزِلَ نُجُوْماً (أَخْرَجَهُ الطَبْرَانِيُّ  وَ إِسْنَادُهُ لاَ بَأْسَ بِهِ)

Dari ibn ‘Abbâs ia berkata, “Al-Qur’an diturunkan di malam qadr pada bulan Ramadan ke langit dunia dalam satu malam kemudian diturunkan secara bertahap.”(HR at-Thabrâny).

عَنِ ابْنِ عَبَاسٍ قَالَ أُنْزِلَ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً حَتَّى وُضِعَ فِي بَيْتِ اْلعِزَّةِ فِي السَّمَاءِ الدُّنيْاَ ونَزَلَهُ جِبْرِيْلُ عَلَى مُحَمَّدٍ r بِجَوَابِ كَلَامِ الْعِبَادِ وَأَعْمَالِهِمْ (أَخْرَجَهُ الطَبْرَانيِّ وَالْبَزَارُ)

Dari ibn ‘Abbâs ia berkata, “Al-Qur’an diturunkan secara sekaligus sehingga diletakkan di Bait al-I’izzah di langit dunia. Dan Jibril menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW. dalam menjawab pertanyaan para hamba dan perbuatan mereka.” (HR at-Thabrâny dan al-Bazzâr)

Hikmah Al-Qur’an diturunkan secara sekaligus ke langit dunia adalah mengagungkan nilai Al-Qur’an dan Nabi SAWyang diberi wahyu sekaligus sebagai pengumuman kepada seluruh penduduk langit bahwa ini adalah kitab yang terakhir diturunkan.

  1. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi SAW. secara bertahap dari langit dunia melalui Malaikat Jibril mulai tanggal tujuh belas Ramadan (menurut sebagian pendapat). Ini sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT. :

Yang artinya : “Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),  Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan,  Dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS as-Syu’arâ` : 193-195)

Hadirin yang berbahagia,

Adapun alasan dan Hikmah Al-Qur’an Diturunkan Secara Bertahap

Hikmah Al-Qur’an diturunkan secara bertahap telah dijelaskan oleh Allah SWT. sendiri dalam firman-Nya. Setidaknya ada tiga hikmah yaitu :

  • Lebih menancap di dalam hati beliau SAW. dan menghilangkan keraguan akan kebenaran Al-Qur’an. Sebagaimana dalam firman Allah SWT:

“Berkatalah orang-orang kafir:Mengapa Alqu’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja,demikinlah supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacakan secara tartil(teratur dan benar).” (QS al-Furqân:32)

  • Mempermudah menghapal Al-Qur’an bagi orang-orang muslimin, memahaminya dan merenungi makna Al-Qur’an, sebagaimana dalam firman Allah SWT. :

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS al-Jumu’ah:2)

  • Sebagai tanda bahwa Al-Qur’an benar-benar diturunkan dari Allah SWT. sebagaimana dalam firman-Nya :

“Alif laam raa, (Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah SWT.) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.”(QS Hûd:1)

Hadirin rohimakumullah,

Di Balik Tanggal Tujuh Belas Ramadan

Kapankah mulai turunnya al-Qurân? Benarkah Al-Qur’an turun pada tanggal tujuh belas Ramadan? Pertanyaan ini selalu muncul tatkala kita memasuki bulan Ramadan. Sebenarnya banyak versi dalam menentukan kapan Al-Qur’an mulai diturunkan. Salah satu diantara pendapat tersebut adalah tanggal tujuh belas Ramadan. Hal ini sesuai yang ditegaskan dalam Hadits-Hadits di bawah ini :

عَنْ خَارِجَةَ بن زَيْدِ بن ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ كَانَ يُحْيِي لَيْلَةَ ثَلاثٍ وَعِشْرِينَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ وَلَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَلا كَإِحْيَائِهِ لَيْلَةَ سَبْعَ عَشْرَةَ فَقِيلَ لَهُ  كَيْفَ تَخُصُّ لَيْلَةَ سَبْعَ عَشْرَةَ ؟ فَقَالَ إِنَّ فِيهَا نَزَلَ الْقُرْآنُ وَفِي صَبِيحَتِهَا فُرِّقَ بَيْنَ الْحَقِّ وَالْبَاطِلِ وَكَانَ فِيهَا يُصْبِحُ مُبْهَجَ الْوَجْهِ (رواه الطبراني)

Dari Khârijah ibn Zaid ibn Tsâbit dari ayahnya, sesungguhnya ia selalu menghidupkan (beribadah pada) malam dua puluh tiga dan dua puluh tujuh bulan Ramadan. Namun tidak seperti ketika Beliau menghidupkan malam ke tujuh belas. Ia ditanya,”Mengapa engkau mengkhususkan malam ketujuh belas ?” Zaid menjawab, “Pada malam itu al-Qurân diturunkan dan pada paginya dipisahkan antara yang haq dan yang bathil. Dan saat itu wajahnya terlihat cerah. (HR at-Thabrâny).

حَدَّثَنِي حَوْطٌ الْعَبْدِيُّ ، قَالَ : سَأَلْتُ زَيْدَ بن أَرْقَمَ عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ؟ فَقَالَ مَا أَشُكُّ وَمَا أمتري أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعَ عَشْرَةَ  لَيْلَةَ نُزُولِ الْقُرْآنِ ، وَيَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ( رواه الطبراني)

Hauth al-‘Abdy bercerita padaku. Ia mengatakan, “Aku bertanya tentang lailat al- qadr. Ia menjawab,”Aku tidak ragu dan tidak gamang bahwa seusngguhnya lailat al-qadr adalah tanggal tujuh belas, malam turunya Al-Qur’an dan hari bertemunya dua pasukan.(HR at-Thabrâny)

Dari Hadits-Hadits di atas jelas bahwa berkeyakinan tanggal tujuh belas Ramadan sebagai malam nuzulul Quran mempunyai dasar pijak yang jelas. Syeikh Nawawi al-Bantany mengatakan:

إِلَى أَنْ أَتاَهُ صَرِيْحُ الْحَقِّ مِنْهُ وَوَافَاهُ وَذَلِكَ (إِتْيَانُ صَرِيْحِ الْأَمْرِ اْلمُحَقَّقِ) فِي يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سَبْعَ عَشْرَةَ (لَيْلَةً) خَلَتْ (مَضَتْ) مِنْ شَهْرٍ اللَيْلَةُ الْقَدْرِيَّةُ (وَهُوَ رَمَضَانُ الَّذِيْ تَكُوْنُ فِيْهِ اْلقَدْرُ غَالِباً)

Sampai Beliau menerima kebenaran yang nyata (wahyu) pada hari Senin tanggal 17 Ramadan, pada malam lailatul qadar.

Dan Hadits riwayat Zaid bin Tsabit juga dijadikan sebagai dasar awal memperingati nuzulul qur’an.

Memperingati nuzulul Qurân seperti yang kita kenal sekarang biasanya berisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang intinya mengajak untuk merenungi kembali dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an. Terimakasih atas perhatiannya, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

 

 



Leave a Reply